Breaking News
Loading...

Ancaman Bagi Yang Membuka Aurat

Di antara ancaman berat bagi yang tidak menutup aurat adalah tidak dapat mencium bau surga apalagi masuk ke dalamnya, sebaliknya mereka justru disediakan tempat kembalinya yang paling hina yaitu neraka. Na’uzubillah!

Rasulullah Saw bersabda:
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya, yaitu orang-orang yang menggenggam campuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain, dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, dan (yang berjalan) berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk unta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian”. (HR. Muslim)

Dari hadits di atas jelas bahwa tidak akan mencium bau surga orang yang suka memukul orang lain dan wanita-wanita yang mengumbar aurat atau berpakaian seksi. Bayangkan, menciumnya saja tidak dapat apalagi masuk surga. Padahal bau surga itu dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. Sebagai konsekuensi dari diharamkannya aroma bau surga bagi yang bersangkutan adalah nerakalah tempat kembalinya yang telah disiapkan Allah yang Maha Perkasa. Na’uzubillah!

Mereka dikatakan berpakaian, menurut Imam Qurthubi, karena memang ada pakaian di badannya dan pada waktu yang sama disifati dengan telanjang karena pakaian yang mereka pakai menampakkan apa yang sapatutnya tidak tampak. Jika masih tampak juga apa yang ditutup itu berarti sama dengan orang telanjang walaupun berpakaian.

Menurut Ibnu Abdil Barr “Yang dimaksud Nabi Saw adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian yang tipis, yang dapat mengambarkan bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikan lekuknya. Meskipun mereka itu disebut berpakaian, akan tetapi pada hakekatnya mereka telanjang”.

Diriwayatkan dari Ummu Alqamah bin Abu Alqamah bahwa ia berkata: “Saya pernah melihat Hafsah bin Abdurrahman bin Abu Bakar mengunjungi Aisyah dengan mengenakan khimar (kerudung) tipis yang dapat menggambarkan pelipisnya, lalu Aisyah pun tak berkenan melihatnya seraya berkata: “Apakah kamu tidak tahu apa yang telah diturunkan oleh Allah SWT dalam surat An-Nur?!” Kemudian Aisyah mengambilkan khimar untuk dipakaikan kepadanya.

Menurut Syaikh Albani pernyataan Aisyah r.a di atas mengisyaratkan bahwa wanita yang menutupi tubuhnyaa dengan pakaian yang tipis pada hakikatnya ia belum menutupi tubuhnya dan juga belum melaksanakan firman Allah SWT yang ditunjukkan Aisyah r.a yaitu “Dan hendaklah kaum wanita menutupkan khimar/kerudung pada bagian dada mereka.”

Syaikhul Ibnu Taimiyyah dalam menafsirkan sabda Nabi Saw di atas berkata: “Bahwa perempuan itu memakai pakaian yang tidak menutupinya. Dia berpakaian tapi sebenarnya telanjang. Seperti wanita yang memakai pakaian yang tipis sehingga menggambarkan posur tubuh (kewanitaan)-nya atau pakaian yang sempit yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, seperti pinggul, lengan , dan sejenisnya”.

Oleh karena itu, sangat disayangkan wanita-wanita Muslimah yang senang berpakaian tipis atau seksi dan tidak mau memakai jilbab. Padahal itu diperintahkan Allah dalam Al-Quran dan Hadits dalam formulasi yang qath’i (tegas dan pasti). Karena itu mari kita ajak keluarga dan saudara kita yang perempuan agar senantiasa menjada dan menutup aurat atau memakai busana Muslimah agar mereka terhindar dan tidak termasuk golongan orang-orang yang tidak dapat mencium bau surga.

2 comments :

 
Toggle Footer