Breaking News
Loading...

Mengutamakan Akhirat daripada Dunia

Setiap orang yang menyamakan antara dunia dan akhiratnya dalam hal perhatian yang saksama dan keinginan dalam hati, serta kegiatan dan pencarian dalam perbuatan nyata, maka ia adalah orang yang keterlaluan dalam kebodohan dan kedunguannya. Apalagi orang yang perhatiannya pada dunianya, keinginannya serta usaha dan kegiatannya untuk itu lebih besar dan lebih banyak daripada perhatian dan usahanya untuk akhiratnya. Di atas kedua yang tersebut di atas, lebih-lebih lagi, adalah keadaan orang yang tidak memiliki perhatian sama sekali pada akhiratnya!

Kami berlindung kepada Allah dari keadaan seperti itu serta memohon keselamatan dari segala macam bala dan marabahaya bagi diri kita sendiri, bagi orang-orang yang kita cintai, dan bagi seluruh kaum Muslim...

Adapun alasan mengapa orang yang menyamakan antara dunia dan akhirat – dalam hal usaha dan kegiatan mencapai keduanya – dinilai sebagai manusia yang amat bodh dan dungu ialah karena ia menyamakan antara sesuatu yang lebih utama dan lebih langgeng, lebih murni dan lebih luas dengan sesuatu yang remeh, mudah sirna, keruh, dan sempit. Sehingga, perumpamaannya seperti seseorang yang menyamakan antara baru permata dan kerikil atau antara emas dan tembikar (pecahan genting atau lainnya), bahkan lebih jauh lagi dan lebih aneh. Dan, andaikata tiada sesuatu di akhirat selain kelestarian dan keselamatan dari segala bencana dan penyakit di dalamnya, niscaya itu sudah cukup untuk lebih didahulukan dan diutamakan di atas dunia. Sebagaimana pernah diucapkan oleh seorang

0 comments :

Post a Comment

 
Toggle Footer