Breaking News
Loading...

Nasehat Untuk Wanita Muslimah

Wahai saudariku Muslimah yang merindukan surga Firdaus al-A’la. Jadikanlah diri ada sebagai wanita Muslimah yang memandang buruk bilamana sebuah pakaian itu dapat mensifati atau menggambarkan lekuk tubuh seorang wanita. Wanita Muslimah zaman sekarang hendaklah merenungkan hal ini, terutama mereka yang masih menggunakan pakaian sempit dan ketat yang dapat menggambarkan bulatnya buah dada, pinggang, betis, dan anggota badan mereka yang lain. Selanjutnya hendaklah mereka beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.

Fatimah az-Zahra putri Rasulullah Saw sebagai ratu bagi para wanita di surga atau sayyidah nisa’ ahlil jannah, suatu hari berpesan kepada Asma’ binti Abu Bakar seraya berkata: “Wahai Asma’! Sesungguhnya aku memandang buruk apa yang dilakukan kaum wanita yang mengenakan baju yang dapat menggambarkan tubuhnya.” Beliau begitu memahami perintah jilbab dengan pemahaman yang benar dan sempurna. Pemahama beliau yang sangat mendalam ini jelas tersirat dari ketidaksukaannya yang beliau pandang sebagai suatu keburukan apabila seorang wanita memakai pakaian yang dapat menggambarkan lekuk tubuhnya.

Wahai saudara Muslimah yang dirahmati Allah! Janganlah menganggap jilbab yang sebenarnya adalah secarik kain yang digunakan untuk menutupi rambut wanita, sedangkan bagian-bagian lainnya mereka tutupi dengan bahan ala kadarnya yang tidak bisa dikatakan menutupi aurat apalagi menutupi lekuk tubuh. Jangan pula beranggapan berkerudung yang sekedar menutupi leher-leher mereka yang tidak sampai menutupi dada dengan nama pakaian Islami atau Jilbab Islami. Namun ironisnya para wanita yang memakainya merasa begitu nyaman sembari berasumsi bahwa mereka telah benar-benar berbusana Islami. Tanpa disadari bahwa sebetulnya mereka sedang meniru gaya para artis, dan meneladani perilaku selebriti di layar-layar kaca yang mengenakan pakaian demikian, ke sanalah kiblatnya sehingga model yang demikian menjadi pakaian trendy, dan ini menyebar begitu cepat dan menjadi pakaian pilihan pertama mereka.

Bahkan sebagian besar saudari kita yang diasumsi memakai “Busana Muslimah” justru menambah fitnah, karena tampak jelas lekuk tubuh mereka dengan penutup kepala yang meliliti leher, yang hanya sampai pada bagian pundaknya dan tidak sampai menutupi dadanya, sehingga lekukan atau bentuk lehernya pun masih terlihat dengan jelas. Dibawahnya disambung dengan pakaian ketat dan short yang membungkus payudara mereka yang kenyal, kemudian dikombinasikan dengan celana yang super ketat yang menambah jelas lekukan tubuh seluruhnya. Mereka berasumsi bahwa memilih pakaian yan ketat agar kelihatan cantik dan modis! Padahal Rasulullah Saw telah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa mereka sedang “telanjang bulat” meskipun berpakaian. Nauzubillah!

Kepada Allahlah kita memohon pertolongan dan berserah diri semoga kaum wanita dan saudar-saudari kita mau kembali kepada Jalan Rabb mereka dan berusaha untuk menunaikan apa yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya secara sempurna dan menyeluruh. *)

0 comments :

Post a Comment

 
Toggle Footer