Breaking News
Loading...

Nasehat

Siapa yang memberi nasehat kepada saudaranya saat di hadapan saudara lainnya, berarti ia telah mempermalukannya.
Dan siapa yang memberi nasehat kepada saudaranya tatkala mereka sendirian, maka ia telah benar-benar memperbaikinya.


Dalam tata cara memberikan nasehat ada aturannya, ada tuntunannya. Allah melalui lisan Rasul-Nya telah memberikan guidance bagaimana menasehati orang lain dengan cara yang benar. Dalam surah an-Nahl ayat 125 dikatakan bahwa memberikan nasehat harus dengan cara yang hikmah, penuh pelajaran yang baik dan kalaupun berdebat harus dengan argumen yang baik.

Bila hikmah artinya penuh dengan kebijaksanaan. Termasuk yang kurang bijaksana adalah memberikan nasehat kepada saudaranya di muka umum sehingga yang bersangkutan merasa malu. Orang yang bijaksana akan memanggil atau menjumpai saudaranya yang bersalah di tempat yang sepi, khusus mereka berdua. Dengan penuh permohonan maaf agar tidak menyinggung ia memberikan nasehat bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah salah dan sebaiknya tidak diulangi kembali. Orang yang bijaksana akan mengerti bagaimana ia berbicara dan kepada siapa ia berbicara. Bagaimana menasehati orang yang lebih tinggin kedudukannya, orang yang selevel dengannya dan orang yang di bawahnya, semuanya memerlukan pendekatan yang berbeda. Juga orang yang mudah tersinggung berbeda dengan orang yang terbuka.

Cara menasehati yang salah justru bisa jadi akan membalikkan kondisi. Di mana orang yang salah tersebut mestinya bisa diperbaiki tapi malah menjadi apriori, alergi terhadap nasehat. Ada ungkapan bijaksana mengungkapkam, “Kata-kata yang bijak sering tidak didengar, tetapi kata yang lembut akan selalu diingat.” Artinya ini menyangkut cara.

Yang terpenting adalah keikhlasan kita dalam memberikan nasehat. Kita benar-benar ingin agar saudara kita berhenti dalam melakukan kesalahan. Adalah salah besar jika kita memberikan nasehat tapi ingin supaya kelihatan hebat atau alim. Kita ingin riya’ atau sombong. Dengan memberikan nasehat tersebut orang akan kagum. Atau kita sebenarnya bukan ingin memberikan nasehat, tetapi justru ingin mempermalukan dia di muka umum. Kalau hal-hal seperti itu yang dicari sudah pasti nasehat tidak masuk ke dalam hati saudara yang kita nasehati. Semua niat jelek tersebut akan membuat nasehat mental dari orang yang dinasehati. Bahkan tidak sekedar itu, maksud jelek kita apakah riya’, sombong atau ingin mempermalukan, akan terbongkar di muka umum.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang seperti itu.

0 comments :

Post a Comment

 
Toggle Footer